Rabu, 02 Oktober 2019

IMAN ITU BERTAMBAH DAN BERKURANG

*IMAN ITU..*
*BERTAMBAH DAN BERKURANG*

💠️ Facebook : fb.me/MediaDakwah100

*Permasalahan* iman merupakan permasalahan terpenting seorang Muslim, sebab iman menentukan nasib seorang di dunia dan akhirat. Bahkan kebaikan dunia dan akhirat bersandar kepada iman yang benar.

Dengan iman, seorang akan mendapatkan kehidupan yang baik di dunia dan akhirat serta keselamatan dari segala keburukan dan adzab Allah Azza wa Jalla.

Dengan iman, seorang akan mendapatkan pahala besar yang menjadi sebab masuk surga dan selamat dari neraka. Lebih dari itu semua, mendapatkan keridhaan Allah Azza wa Jalla yang Maha Kuasa, sehingga Dia tidak akan murka kepadanya dan dapat merasakan kelezatan melihat wajah Allah Azza wa Jalla di akhirat kelak.

Dengan demikian, permasalahan ini seharusnya mendapatkan perhatian lebih dari kita semua. Imam Ibnu al-Qayyim rahimahullah menuturkan:

_“Hasil usaha jiwa dan kalbu yang terbaik dan penyebab seorang hamba mendapatkan ketinggian (derajat mulia) di dunia dan akhirat adalah ilmu dan iman."_

Oleh karena itu, Allah Azza wa Jalla menggabung keduanya dalam firman-Nya:

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

_"Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat."_

(QS. Al-Mujâdilah : 11)

Mereka inilah inti dan pilihan dari yang ada dan mereka adalah orang yang berhak mendapatkan martabat tinggi.

Namun, kebanyakan manusia keliru dalam (memahami) hakekat ilmu dan iman ini, sehingga setiap kelompok menganggap ilmu dan iman yang dimilikinya satu-satunya hal yang dapat mengantarkan kepada kebahagian, padahal tidak demikian.

Kebanyakan mereka tidak memiliki iman yang menyelamatkan dan ilmu yang mengangkat (kepada ketinggian derajat), bahkan mereka telah menutup untuk diri mereka sendiri jalan ilmu dan iman yang diajarkan Rasulullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menjadi dakwah beliau kepada umat.

Sedangkan yang berada di atas iman dan ilmu (yang benar) adalah beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya, serta orang-orang yang mengikuti mereka di atas manhaj dan petunjuk mereka….

(Al-Fawâid hlm.191)

Demikian pula apabila kita melihat pemahaman kaum Muslimin tentang iman, maka kita dapatkan banyak kekeliruan dan penyimpangan. Sebagai contoh, banyak kalangan kaum Muslimin ketika berbuat dosa dia menyatakan: “Yang penting kan hatinya”.

Ini semua tentunya membutuhkan pelurusan dan pencerahan bagaimana sesungguhnya konsep iman yang benar tersebut.

SEBAB-SEBAB BERTAMBAH DAN BERKURANGNYA IMAN..

Setelah mengetahui bahwa iman itu bertambah dan berkurang, maka mengenal sebab-sebab bertambah dan berkurangnya iman memiliki manfaat dan menjadi sangat penting sekali.

Sudah sepantasnya seorang Muslim mengenal, kemudian menerapkan dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, agar bertambah sempurna dan kuat imannya. Juga untuk menjauhkan diri dari lawannya yang menjadi sebab berkurangnya iman, sehingga dapat menjaga diri dan selamat di dunia dan akhirat.

Syaikh `Abdurrahmân as-Sa’di rahimahullah menerangkan bahwa seorang hamba yang mendapatkan taufik dari Allah Azza wa Jalla selalu berusaha melakukan dua perkara:

*1. Merealisasikan* iman dan cabang-cabangnya dan menerapkannya, baik secara ilmu dan amal secara bersama.

*2. Berusaha* menolak semua yang menentang dan menghapus iman atau menguranginya berupa fitnah-fitnah yang nampak dan yang tersembunyi, mengobati kekurangan dari awal dan setelahnya dengan taubat nasuha serta mengetahui satu perkara sebelum hilang.

(At-Taudhîh Wal-Bayân Lis Syajarât al-Imân hlm.38)

Mewujudkan iman dan mengokohkannya dilakukan dengan mengenal sebab-sebab bertambahnya iman kemudian melaksanakannya.

Sedangkan cara menolak semua yang menghapus dan menentangnya dilakukan dengan mengenal sebab-sebab berkurangnya iman serta berhati-hati dari terjerumus padanya.

Di antara sebab-sebab bertambahnya iman yang disampaikan para Ulama adalah:

*1. Belajar ilmu yang manfaat yang bersumber dari al-Qur`ân dan Sunnah..*

Ini merupakan sebab bertambahnya iman yang terpenting dan bermanfaat, karena ilmu menjadi sarana beribadah kepada Allah Azza wa Jalla dan mewujudkan tauhid dengan benar dan pas.

*2. Merenungi ayat-ayat Allah Azza wa Jalla kauniyah..*

Merenungi dan meneliti keadaan dan keberadaan makhluk-makhluk Allah Azza wa Jalla yang beraneka ragam dan menakjubkan merupakan faktor pendorong yang sangat kuat untuk beriman dan mengokohkan iman.

Syaikh `Abdurrahmân as-Sa’di rahimahullah menyatakan:

_“Di antara sebab dan faktor pendorong keimanan adalah tafakur kepada alam semesta berupa penciptaan langit dan bumi serta makhluk-makhuk penghuninya dan meneliti diri manusia itu sendiri beserta sifat-sifat yang dimiliki. Ini semua adalah faktor pendorong yang kuat bagi iman”._

(At-Taudhîh Wal-Bayân Lis Syajarât al-Imân hlm.31)

*3. Berusaha sungguh-sungguh melaksanakan amalan shalih dengan ikhlas, memperbanyak dan melaksanakannya secara rutin..*

Hal ini karena semua amalan syariat yang dilaksanakan dengan ikhlas akan menambah iman, sebab iman bertambah dengan pertambahan amalan ketaatan dan banyaknya ibadah.

Syaikh Muhammad bin Shâlih al-Utsaimîn rahimahullah pernah menuturkan bahwa di antara sebab bertambahnya iman adalah melakukan ketaatan. Sebab iman akan bertambah sesuai dengan bagusnya pelaksanaan, jenis amalan dan banyaknya. Semakin baik amalan, semakin besar pula bertambah iman, dan bagusnya pelaksanaan diperoleh dengan cara ikhlas dan mutâba’ah (mencontoh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam).

Sedangkan jenis amalannya, maka yang wajib lebih utama dari yang sunnah dan sebagian amal ketaatan lebih ditekankan dan lebih utama dari yang lainnya. Semakin utama suatu ketaatan, maka semakin besar juga penambahan imannya.

Adapun banyak (kuantitas) amalan, maka akan menambah keimanan, sebab amalan termasuk bagian iman, sehingga pasti iman itu bertambah dengan bertambahnya amalan.

(Fathu Rabbil-Bariyyah hlm.65)

Adapun sebab-sebab berkurangnya iman ada yang berasal dari dalam diri manusia sendiri (intern) dan ada yang berupa faktor luar (ekstern).

Di antara faktor internal manusia sendiri yang memiliki pengaruh besar dalam melemahkan iman adalah:

*1. Kebodohan..*

Ini adalah sebab terbesar berkurang iman, sebagaimana ilmu adalah sebab terbesar bertambahnya iman.

*2. Kelalaian..*

Sikap berpaling dari kebenaran dan lupa. Tiga perkara ini adalah salah satu sebab penting berkurangnya iman.

*3. Perbuatan maksiat dan dosa..*

Jelas, kemaksiatan dan dosa sangat merugikan dan memiliki pengaruh jelek terhadap iman. Sebagaimana pelaksanaan perintah Allah Azza wa Jalla bisa menambah keimanan, demikian juga pelanggaran atas larangan Allah Azza wa Jalla , bisa mengurangi keimanan.

Namun tentunya dosa dan kemaksiatan bertingkat-tingkat derajat, kerusakan dan kerugian yang ditimbulkannya, sebagaimana disampaikan Ibnul-Qayyim rahimahullah dalam ungkapan beliau:

_“Sudah pasti kekufuran, kefasikan dan kemaksiatan bertingkat-tingkat sebagaimana iman dan amal shaleh pun berderajat-derajat”._

(Ighâtsatul-Lahafân 2/142)

*4. Nafsu yang mengajak kepada keburukan (an-nafsu ammarat bissu’)..*

Inilah nafsu yang ada pada manusia dan tercela. Nafsu ini mengajak kepada keburukan dan kebinasaan, sebagaimana Allah Azza wa Jalla jelaskan dalam menceritakan istri al-Azîz:

وَمَا أُبَرِّئُ نَفْسِي ۚ إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّي ۚ إِنَّ رَبِّي غَفُورٌ رَحِيمٌ

_"Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Rabbku. Sesungguhnya Rabbku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."_

(QS. Yûsuf : 53)

Nafsu ini menyeret manusia kepada kemaksiatan dan kehancuran iman, sehingga wajib bagi kita berlindung kepada Allah Azza wa Jalla darinya dan berusaha bermuhasabah sebelum beramal dan setelahnya.

Sedangkan di antara faktor eksternal adalah:

*1. Setan..*

Musuh abadi manusia yang merupakan satu sebab eksternal penting yang mempengaruhi iman dan mengurangi kekokohannya.

*2. Dunia dan fitnahnya..*

Menyibukkan diri dengan dunia dan perhiasannya termasuk sebab yang dapat mengurangi keimanan, sebab semakin besar semangat manusia memiliki dunia dan keridhaannya terhadap dunia, maka semakin memberatkan dirinya berbuat ketaatan dan mencari kebahagian akhirat, sebagaimana dituturkan Imam Ibnul-Qayyim raimahullah.

*3. Teman bergaul yang jelek..*

Teman yang jelek dan jahat menjadi sesuatu yang sangat berbahaya bagi keimanan, akhlak dan agamanya. Karena itu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memperingatkan kita dari hal ini dalam sabda beliau:

الرَّجُلُ عَلَى دِيْنِ خَلِيْلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ

_"Seorang itu berada di atas agama kekasihnya, maka hendaknya salah seorang kalian melihat siapa yang menjadi kekasihnya."_

(HR at-Tirmidzi 4/589 dan dinilai hasan oleh Iman al-Albâni rahimahullah)

Inilah beberapa perkara yang harus diperhatikan dalam keimanan, mudah-mudahan hal ini dapat menggerakkan kita untuk lebih mengokohkan iman dan menyempurnakannya.
Wabillâhi taufîq.

*****

📲 *Artikel:*
https://almanhaj.or.id/3412-iman-bertambah-sempurna-dan-berkurang.html
...

•┈┈┈┈•◈◉✹❒📚❒✹◉◈•┈┈┈┈•
♻ Raih amal shalih dengan menyebarkan kiriman ini dan tidak mengubah tulisan, semoga bermanfaat.
Jazakumullahu khoiron.
══════ ❁✿❁ ══════

📜◎❅ *CHANNEL MEDIA DAKWAH* ❅◎📜

💠️ Facebook : fb.me/MediaDakwah100
🔄 YouTube : https://www.youtube.com/channel/UCB9ABjFRN3ID-5h3TSKyRBQ

🌐 Telegram : t.me/MediaDakwah1

📷 Instagram : https://instagram.com/media_dakwah100?utm_source=ig_profile_share&igshid=i7xqlk6xz4ig

📱 WhatSapp :  https://wa.me/6282220000672  (Admin)

︼︼︼︼︼︼︼︼︼︼︼︼

📚 Kurikulum 8, Adab, Petuah Ulama, Tazkiyatun Nufus, Nasehat, Dll.
•┈┈•••○○❁🌿❁○○•••┈┈•

*📭 Share yuk*
*Semoga saudara-saudara kita mendapatkan faedah*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar